Media Informasi Online | WartaBarkas
Wartawan Berita Akurat Ringkasan Kasus
Info : Edy Sutrisno
Sidoarjo, 1 September 2026
WartaBarkas - Duka menyelimuti Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Ratusan santri mengalami gejala sakit perut dan mual yang diduga akibat keracunan makanan.
Hingga malam ini, seluruh santri telah mendapatkan penanganan. Tidak ada korban jiwa. Tapi peristiwa ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua tentang pentingnya keamanan pangan, khususnya untuk anak-anak kita.
Kronologi yang disampaikan pihak ponpes, Berdasarkan keterangan santri dan pengurus, gejala awal mulai muncul pada sore hari.
Hasan, salah satu santri, menuturkan makanan program Makan Bergizi Gratis datang sekitar pukul 11.30 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 13.00 WIB. "Saya sendiri tidak ikut makan. Tapi teman-teman mulai mengeluh sakit perut dan mual setelah Ashar. Ada yang bolak-balik ke kamar mandi," ceritanya.
Kondisi semakin banyak dikeluhkan sekitar pukul 16.00 - 16.20 WIB, bertepatan jam pelajaran pertama setelah Ashar. Laporan menumpuk di UKS MTs dan MA.
Melihat situasi, pengurus pondok langsung bergerak cepat. Para santri dirujuk ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Klarifikasi penting dari pengasuh, Ketua Asrama Wustha sekaligus Pengasuh Pondok Putra, Ferdiansyah, menyampaikan klarifikasi tegas agar tidak terjadi simpang siur.
"Kami luruskan. Makanan yang dikonsumsi para santri bukan berasal dari dapur internal pesantren. Ini murni pasokan dari program Makan Bergizi Gratis atau SPPG Tanggulangin untuk sekolah formal siang," tegas Ferdiansyah.
Ia juga membantah kabar yang beredar di media sosial. "Kabar miring yang menyebutkan ada santri meninggal dunia itu hoaks. Kami sudah berkoordinasi dan mendata langsung ke RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Fatimah dan lainnya. Alhamdulillah, semua santri sudah tertangani dengan baik. Tidak ada korban meninggal," ujarnya.
Data penanganan terbaru, Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, menyampaikan update data per pukul 21.30 WIB. Total 297 santri telah mendapat penanganan di 7 rumah sakit. Rincian.
1. RS RT Notopuro 180 pasien
2. RS Siti Hajar 58 pasien
3. RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan 23 pasien
4. RS Delta Surya 14 pasien
5. RS Pusura 13 pasien
6. RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong 8 pasien
7. RS Arafah Anwar Medika 1 pasien
Pemerintah Kecamatan bersama dinas terkait terus memantau kondisi para santri. Penyebab pasti masih dalam pendalaman oleh pihak berwenang.
Pesan bijak WartaBarkas, anak-anak adalah titipan, makanan adalah amanah Pesantren adalah rumah kedua. Di sana anak-anak kita menuntut ilmu, menghafal Al-Qur'an, dan membangun masa depan bangsa.
Ketika ratusan santri jatuh sakit, yang terluka bukan hanya tubuh mereka. Hati para orang tua, para guru, dan kita semua ikut terluka.
Tiga hal yang harus kita pegang dari peristiwa ini.
1. Keamanan pangan bukan main-main Program MBG adalah ikhtiar baik pemerintah untuk anak bangsa. Tapi ikhtiar baik harus dijaga dengan standar yang baik pula. Dari dapur hingga ke meja makan.
2. Kecepatan dan empati menyelamatkan Apresiasi untuk pengurus Ponpes Mahika, tenaga medis, dan pemerintah yang bergerak cepat. Karena dalam keadaan darurat, sedetik pun sangat berarti.
3. Bijak bermedia sosial Di tengah kepanikan, hoaks mudah menyebar. Kabar "ada yang meninggal" hanya menambah luka keluarga. Mari kita saring dulu, pastikan dulu, baru bagikan.
Untuk para santri, Lekas sembuh. Kuat ya nak. Untuk para orang tua, Kami tahu khawatirnya. Doa kami menyertai.
Untuk para pengelola MBG, Ini pengingat. Ke depan harus lebih ketat lagi.
Harapan ke depan, WartaBarkas berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi MBG. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi agar tidak ada lagi anak Indonesia yang menjadi korban.
Karena memberi makan anak bangsa adalah ibadah. Dan menjaga agar makanan itu aman, adalah bagian dari ibadah itu.
Kami menulis berita ini dengan hati berat. Karena yang jadi korban adalah santri. Anak-anak yang sedang mencari ilmu.
Tapi di tengah musibah, kita melihat cahaya, solidaritas. RS yang sigap. Guru yang sigap. Warga yang mendoakan.
Semoga Allah memberi kesembuhan sempurna untuk 297 santri Mahika. Semoga Allah memberi kekuatan untuk para orang tua dan pengasuh.
Dan semoga peristiwa ini jadi pelajaran terakhir. Agar ke depan, setiap suap yang masuk ke mulut anak-anak kita, adalah suap yang berkah dan aman.
Untuk informasi bantuan atau koordinasi, dapat menghubungi pihak Pondok Pesantren Manba'ul Hikam.
Jurnalis: Sutrisno
WartaBarkas | Mengabarkan Fakta, Merawat Kemanusiaan