Ticker

6/recent/ticker-posts

Ratusan Santri Mahika Sidoarjo Dirawat, Diduga Keracunan Pasca Konsumsi MBG, Orang Tua Berjaga Di Gerbang

Media Informasi Online | WartaBarkas 
Wartawan Berita Akurat Ringkasan Kasus

Info : Edy Sutrisno 
Sidoarjo, 1 September 2026


WartaBarkas - Senin sore yang seharusnya tenang di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam berubah menjadi kepanikan. Ratusan santri mengalami gejala keracunan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Doa dan harapan masyarakat Sidoarjo menyertai para santri agar segera pulih.

Kronologi dan penanganan, Gejala awal mulai dirasakan para santri setelah salat Asar. Mual, sakit perut, dan lemas menjadi keluhan yang paling banyak dilaporkan.

Memasuki waktu Magrib, situasi semakin tidak memungkinkan. Puluhan ambulans hilir mudik mengevakuasi para santri ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun.
1. RSUD Sidoarjo 80 santri
2. RS Siti Hajar 19 santri
3. RS Delta Surya 12 santri
4. RS Pusura Gelam 9 santri

Total sedikitnya 120 santri telah mendapatkan penanganan medis. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

Makanan yang dikonsumsi para santri diketahui berasal dari SPPG Kalitengah, penyedia program Makan Bergizi Gratis.

Suasana di lokasi Gerbang Ponpes Mahika dijaga ketat oleh personel TNI untuk memastikan kelancaran proses evakuasi dan keamanan.

Di luar pagar, puluhan orang tua dan wali santri berkumpul. Ada yang duduk, ada yang berdiri sambil berdoa. Menunggu kabar anak-anaknya dengan hati cemas.

Pemandangan yang mengiris. Karena yang sakit bukan hanya anak-anak itu. Tapi juga hati para ibu dan bapak yang menitipkan buah hatinya untuk menuntut ilmu.

Pesan bijak WartaBarkas, makanan untuk anak adalah amanah, Program Makan Bergizi Gratis adalah ikhtiar negara untuk masa depan anak bangsa. Dan setiap suap yang masuk ke tubuh anak-anak kita adalah amanah.

Ketika amanah itu bermasalah, maka kita semua harus introspeksi. Bukan untuk saling menyalahkan. Tapi untuk memastikan ini tidak terulang lagi.

Untuk para santri Kuat ya nak. Lekas sembuh. Kalian sedang berjuang menuntut ilmu. Allah melihat dan menjaga. Untuk para orang tua Kami tahu sesaknya dada. Tenanglah. Tim medis terbaik sedang bekerja. Untuk para pengelola MBG dan SPPG Mari perketat pengawasan. Dari dapur, distribusi, hingga penyajian. Karena taruhannya adalah nyawa anak-anak.

Di saat seperti ini, kita butuh 3 hal, Data yang jelas. Kerja yang cepat. Dan hati yang tenang. Mari hindari menyebar spekulasi. Mari fokus pada penanganan dan pemulihan.

Apresiasi untuk para penolong, Terima kasih untuk tenaga medis, relawan, TNI, dan warga yang turun tangan. Di tengah kepanikan, kalian hadir dengan tenang. Di tengah duka, kalian hadir dengan pertolongan.

Inilah wajah Indonesia. Saat satu terluka, yang lain datang mengobati.

Berita ini berat. Karena korbannya adalah santri. Anak-anak yang seharusnya sibuk dengan kitab, kini harus berjuang di ranjang rumah sakit.

Kami menulis bukan untuk menebar panik. Kami menulis agar ada perbaikan. Agar ada tanggung jawab. Agar ada perubahan.

Semoga Allah angkat penyakitnya. Semoga Allah jaga para santri Mahika. Dan semoga peristiwa ini menjadi yang terakhir di negeri ini.

Untuk perkembangan lebih lanjut, WartaBarkas akan terus mengawal. Karena setiap anak Indonesia berhak atas makanan yang aman dan pendidikan yang tenang.

Jurnalis: Sutrisno 
WartaBarkas | Mengabarkan Dengan Nurani, Menjaga Dengan Fakta