Ticker

6/recent/ticker-posts

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Dunia Hukum Indonesia Kehilangan Pendekar Keadilan

Media Informasi Online | WartaBarkas
Wartawan Berita Akurat Ringkasan Kasus 

Info: Samsul Arifin 
Jakarta: 19 Oktober 2026

WartaBarkas - Dunia hukum Indonesia kembali berduka. Kabar duka datang dari pengacara senior yang dikenal vokal dan berani membela keadilan, Kamaruddin Simanjuntak, S.H., meninggal dunia pada Senin dini hari, 19 Oktober 2026.

Pengacara yang lekat dengan jas merah khasnya itu menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 02.47 WIB di Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Barat, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir.

Kabar duka ini dibenarkan oleh dua rekan sejawat yang sangat dekat dengan almarhum, yakni Martin Lukas Simanjuntak dan Poltak Silitonga. Keduanya mengonfirmasi kepergian sahabat seperjuangan tersebut dengan penuh duka cita mendalam.

"Selamat jalan sahabatku PH Israel Kamaruddin Simanjuntak, tenanglah bersama Tuhan di keabadian (RIP)," tulis Poltak Silitonga dalam pesan perpisahan yang beredar, mengenang almarhum sebagai sosok yang setia kawan dan pantang menyerah.

BERJUANG MELAWAN SAKIT GINJAL, HARUS CUCI DARAH 3 KALI SEMINGGU

Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Kamaruddin memang menurun. Pada Mei 2026 lalu, Poltak sempat mengungkapkan bahwa Kamaruddin mengalami sakit ginjal dan harus menjalani pengobatan intensif.

Akibat penyakit tersebut, almarhum harus menjalani prosedur cuci darah sebanyak tiga kali dalam sepekan. Meski kondisi sempat membaik, Tuhan berkehendak lain. Pengacara yang dikenal pekerja keras dan sering begadang demi menangani perkara kliennya itu akhirnya dipanggil pulang oleh Sang Pencipta.

Poltak menyebut, sakit yang diderita Kamaruddin tak lepas dari dedikasi dan kerja kerasnya yang luar biasa dalam membela keadilan bagi masyarakat kecil. Sebuah pengorbanan yang patut kita teladani.

SOSOK YANG DIKENAL BERANI DAN MEMBELA KAUM LEMAH

Nama Kamaruddin Simanjuntak melambung tinggi di mata publik ketika ia dengan gagah berani menjadi kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), korban pembunuhan berencana yang didalangi oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

Keberanian, ketegasan, dan gaya bicaranya yang blak-blakan membuat dirinya dicintai masyarakat sebagai simbol pengacara yang tidak takut pada kekuasaan dan selalu berdiri di pihak kebenaran.

Kamaruddin merupakan putra kelahiran Tapanuli Utara yang menempuh pendidikan Fakultas Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan lulus pada tahun 2004. Sejak tahun 2007, ia tercatat sebagai anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Pada tahun 2009, ia mendirikan kantor hukumnya sendiri yang bernama Victoria Law Firm.

Selain berkecimpung di dunia hukum, almarhum juga pernah merambah dunia politik dengan mendirikan Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera pada tahun 2020, sebagai wujud kepeduliannya terhadap nasib bangsa.

JENAZAH DISEMAYAMKAN DI RUMAH DUKA UKRIDA

Hingga berita ini diturunkan, jenazah almarhum direncanakan akan dibawa dan disemayamkan di Rumah Duka dan Krematorium Tabitha Ukrida, Jakarta Barat, untuk memberikan kesempatan kepada keluarga, sahabat, rekan advokat, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pemakaman, namun pihak keluarga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Keluarga besar WartaBarkas turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami memandang almarhum sebagai sosok yang dermawan, berwibawa, dan memiliki integritas tinggi dalam menegakkan hukum.

Semoga amal ibadah almarhum diterima, segala dosa diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Dunia hukum kehilangan satu pendekar terbaiknya, namun semangat perjuangannya akan terus hidup di hati kita semua.

Selamat jalan, Bung Kamaruddin Simanjuntak. Terima kasih atas pengabdianmu untuk keadilan di negeri ini.

Jurnalis: Edy Sutrisno